Karier Jack Doohan di Persimpangan Usai Tak Lagi Bersama Alpine di F1

Foto: Alpine

EXIT CORNER - Masa depan Jack Doohan di Formula 1 kini berada dalam ketidakpastian setelah Alpine memutuskan untuk tidak melanjutkan kerja sama dengan pembalap asal Australia tersebut menjelang musim 2026. Keputusan ini menutup perjalanan singkat Doohan bersama tim pabrikan Prancis itu di ajang balap tertinggi.

Doohan merupakan salah satu lulusan Alpine Academy yang cukup lama diproyeksikan sebagai bagian dari rencana jangka panjang tim. Ia akhirnya mendapat kesempatan tampil di Formula 1, namun periode tersebut berlangsung singkat dan tidak berjalan sesuai harapan. Minimnya hasil kompetitif membuat Alpine memilih arah berbeda untuk susunan pembalap mereka ke depan.

Pergantian pembalap di tengah musim lalu menjadi titik balik yang signifikan bagi Doohan. Setelah posisinya digeser dari kursi utama, peluangnya untuk kembali tampil secara reguler semakin menipis hingga akhirnya kedua belah pihak sepakat berpisah. Alpine sendiri menegaskan keputusan tersebut diambil agar Doohan memiliki ruang lebih luas untuk menentukan langkah karier selanjutnya.

Situasi ini membuat Doohan berada di fase transisi penting. Meski tak lagi berstatus pembalap Alpine, pengalamannya di Formula 1 tetap menjadi modal berharga. Beberapa opsi di luar F1 mulai mengemuka, termasuk kemungkinan melanjutkan karier di kejuaraan roda empat level atas seperti Super Formula Jepang, yang dikenal sebagai ajang kompetitif dan sering menjadi jalur alternatif pembalap menuju F1.

Di sisi lain, peluang kembali ke Formula 1 belum sepenuhnya tertutup. Dinamika pasar pembalap, perubahan regulasi 2026, serta hubungan antar pabrikan bisa saja membuka pintu baru, meski saat ini belum ada sinyal konkret dari tim mana pun.

Bagi Jack Doohan, perpisahan dengan Alpine bukan hanya akhir dari satu bab, tetapi juga awal dari fase penentuan. Apakah ia akan membangun ulang kariernya di luar F1 atau menunggu kesempatan kedua di grid Formula 1, semuanya kini bergantung pada keputusan strategis berikutnya.

Kirim Komentar

Lebih baru Lebih lama