![]() |
| Foto: Gold & Goose / Red Bull Content Pool |
Akhir pekan ini juga menjadi kesempatan untuk melihat apakah performa yang ditunjukkan di Aragon bisa kembali muncul di Misano. Marc Marquez datang dengan kemenangan terakhir, Aprilia membawa Martin dan Bezzecchi yang sama-sama kompetitif, sementara Bagnaia masih mencari solusi atas masalah grip pada GP26.
MARQUEZ VS APRILIA
Marquez menjadi salah satu nama yang paling menarik untuk diperhatikan. Enam kemenangan MotoGP di Misano menunjukkan betapa kuat rekornya di trek ini. Namun, Misano memiliki karakter yang berbeda dari Aragon. Dominasi tikungan kanan dan kebutuhan akselerasi dari tikungan lambat membuat Ducati harus menemukan keseimbangan yang tepat antara pengereman dan traksi.
Aprilia punya modal yang tidak kalah menarik. Martin dan Bezzecchi sama-sama datang setelah hasil positif di Aragon. Bezzecchi bahkan memiliki keuntungan berupa pemahaman yang sangat baik terhadap Misano karena sering berlatih di kawasan ini bersama VR46 Riders Academy.
Curvone menjadi salah satu bagian penting. Tikungan kanan berkecepatan tinggi tersebut membutuhkan kepercayaan diri dan kestabilan motor. Jika Aprilia mampu mempertahankan kecepatannya di sektor ini, mereka bisa memberikan tekanan serius kepada Ducati.
Martin sendiri akan menjalani balapan di Misano bersama Aprilia setelah sebelumnya absen pada edisi tahun lalu. Ia mengatakan bahwa Misano selalu menjadi akhir pekan spesial ketika membalap untuk tim Italia dan ingin langsung mendapatkan feeling yang baik sejak sesi pertama.
DUCATI DAN MASALAH BAGNAIA
Misano seharusnya menjadi trek yang cocok untuk Bagnaia. Kemampuan pengereman dan corner entry merupakan salah satu kekuatan utamanya, sementara sirkuit ini menyediakan beberapa zona yang sangat membutuhkan dua aspek tersebut.
Persoalannya masih sama, yaitu feeling terhadap GP26. Masalah rear grip membuat Bagnaia kesulitan memaksimalkan potensi motor. Di Aragon, persoalan tersebut bahkan berujung pada hilangnya grip depan dan crash. Misano akan menjadi kesempatan penting bagi Ducati untuk melihat apakah solusi yang ditemukan mampu mengembalikan kepercayaan diri pembalapnya.
Ducati tetap memiliki dasar yang kuat di trek ini, tetapi tidak bisa hanya mengandalkan catatan masa lalu. Mereka harus membuat motor bekerja dengan baik saat pengereman sekaligus memberikan traksi yang cukup ketika keluar dari tikungan.
Di luar persaingan terdepan, absennya Ai Ogura juga menjadi perhatian. Ogura belum bisa kembali karena jempol kirinya masih dalam masa pemulihan. Padahal, ia sedang berada di posisi ketiga klasemen dan sebelumnya menunjukkan performa yang menjanjikan. Lorenzo Savadori kembali mendapat tugas mengisi kursi Trackhouse.
APA YANG MENARIK DI MISANO?
Misano memiliki 16 tikungan dengan karakter yang cukup beragam. Tikungan 1, 2, 4, 5, 8, 10 dan 14 menjadi beberapa area yang bisa membuka peluang overtaking, sementara Curvone menjadi salah satu bagian yang paling menuntut keberanian.
Karakter trek juga membuat manajemen ban dan traksi menjadi penting. Pembalap yang terlalu agresif di awal stint bisa kehilangan performa ketika memasuki fase akhir. Sprint juga membuat kualifikasi dan posisi start semakin penting karena waktu untuk memperbaiki posisi jauh lebih terbatas.
Satu catatan menarik tetap berada di tangan Marquez. Ia sudah mengoleksi enam kemenangan MotoGP di Misano. Jika kembali menang, jumlah tersebut akan bertambah menjadi tujuh dan semakin memperkuat statusnya sebagai salah satu pembalap paling sukses di trek ini.
Namun, Misano kali ini tidak hanya tentang rekor Marquez. Aprilia punya kecepatan, Ducati ingin memperbaiki masalah GP26, dan beberapa pembalap lain memiliki karakter yang cocok dengan trek ini. Justru kombinasi tersebut yang membuat GP San Marino layak diperhatikan sejak sesi pertama.
