Bastianini ke Trackhouse Mulai 2027, Akankah Aprilia Mengembalikannya ke Papan Atas?

Agustus 24, 2026 •
Ukuran teks

Foto: Gold & Goose / Red Bull Content Pool
EXIT CORNER - Enea Bastianini akan memulai babak baru di MotoGP pada 2027. SuperFile Trackhouse MotoGP Team resmi mengumumkan pembalap Italia tersebut sebagai bagian dari line-up mereka untuk dua musim ke depan, berduet dengan Raul Fernandez.

Yang membuat perpindahan ini menarik bukan hanya karena Bastianini akan berganti tim, tetapi juga karena Aprilia akan menjadi pabrikan ketiga yang ia bela di MotoGP setelah Ducati dan KTM. Dengan begitu, Bastianini sudah merasakan tiga motor pabrikan Eropa di kelas premier, sementara pabrikan jepang, Honda dan Yamaha menjadi dua pabrikan yang belum pernah ia kendarai di MotoGP.

Namun, perpindahan ke Aprilia juga tidak bisa dilepaskan dari perjalanan Bastianini dalam dua musim terakhir. Setelah mencapai titik tinggi bersama Ducati, kariernya justru mengalami penurunan ketika berpindah ke KTM.

KTM Belum Membawa Bastianini Kembali ke Papan Atas

Musim terakhir Bastianini bersama Ducati menjadi salah satu titik terbaik dalam kariernya. Ia mengakhiri musim di peringkat keempat klasemen pembalap, sebuah hasil yang menunjukkan kapasitasnya untuk berada di barisan depan ketika mendapatkan paket yang kompetitif. Perpindahan ke KTM kemudian mengubah situasi tersebut.

Bastianini kesulitan menemukan performa yang sama dan musim 2025 berakhir dengan dirinya berada di posisi ke-14 klasemen. Penurunan tersebut cukup signifikan jika dibandingkan dengan pencapaiannya bersama Ducati.

Masalahnya juga belum sepenuhnya selesai pada musim 2026 ini. Hingga pertengahan musim, Bastianini masih berada di posisi ke-11 klasemen. Angka tersebut memang belum menggambarkan keseluruhan musim, tetapi cukup menunjukkan bahwa periode bersama KTM belum membawa Bastianini kembali ke level yang ia tunjukkan pada masa terbaiknya bersama Ducati.

Karena itu, kepindahan ke Trackhouse dan Aprilia menjadi lebih dari sekadar pergantian warna motor. Ini adalah kesempatan bagi Bastianini untuk mengubah arah kariernya setelah periode yang cukup sulit bersama KTM.

Aprilia Datang di Momen yang Tidak Biasa

Bastianini akan memasuki proyek Aprilia ketika MotoGP bersiap menghadapi perubahan besar pada 2027. Motor baru, ban baru, dan regulasi baru akan membuat seluruh pembalap kembali melakukan proses adaptasi.

Situasi tersebut bisa menjadi tantangan, tetapi sekaligus menciptakan kondisi yang berbeda dibandingkan ketika Bastianini bergabung dengan KTM.

Pada 2027, bukan hanya Bastianini yang harus beradaptasi. Seluruh grid akan menghadapi generasi motor yang baru. Pengalaman yang ia dapatkan dari Ducati dan KTM kemudian akan menjadi modal untuk memahami karakter Aprilia, meskipun pengalaman tersebut tidak otomatis menjamin ia langsung kompetitif.

Bastianini sendiri melihat perubahan tersebut sebagai tantangan baru.

“Dimulai dari sesi tes di Valencia akhir musim nanti, ini akan menjadi tantangan baru yang sesungguhnya bagi saya karena kita memasuki era baru dengan motor baru, ban baru, dan regulasi baru.”

Yang menarik adalah bagaimana pengalaman Bastianini selama dua tahun terakhir akan diterjemahkan ke dalam proyek baru tersebut. Ia pernah berada di posisi keempat klasemen bersama Ducati, kemudian mengalami penurunan tajam bersama KTM. Aprilia akan menjadi kesempatan untuk mengetahui apakah masalahnya lebih banyak berasal dari kecocokan dengan paket KTM atau memang ada faktor lain yang membuat performanya menurun.

Bastianini dan Kesempatan untuk Memulai Lagi

Trackhouse sendiri memasuki 2027 dengan Raul Fernandez sebagai pasangan Bastianini. Fernandez telah memperpanjang kontraknya dan akan menjadi pembalap yang sudah memiliki kesinambungan dengan proyek tersebut.

Sementara itu, Bastianini datang dengan pengalaman yang lebih luas terhadap karakter motor dari pabrikan berbeda. Ia sudah merasakan Ducati, KTM, dan kini akan mencoba Aprilia.

Namun, justru performanya yang akan menjadi sorotan utama. Bastianini tidak lagi datang sebagai pembalap yang sedang membangun reputasi. Ia sudah pernah memenangkan balapan MotoGP dan finis keempat klasemen. Karena itu, ekspektasi terhadap dirinya tentu berbeda dibandingkan ketika pertama kali masuk kelas premier.

Dua musim bersama Aprilia akan menjadi kesempatan untuk menjawab satu pertanyaan penting: apakah Bastianini masih mampu kembali menjadi pembalap papan atas ketika mendapatkan motor yang sesuai dengan gaya dan kebutuhannya

Jawabannya baru akan mulai terlihat sejak tes Valencia. Dari sana, Bastianini akan memulai perjalanan dengan Aprilia sekaligus memasuki era baru MotoGP dengan sesuatu yang mungkin paling ia butuhkan saat ini, yaitu kesempatan untuk kembali menemukan performa terbaiknya.