![]() |
| Foto: Pirelli |
EXIT CORNER - Keberhasilan Lewis Hamilton mengamankan pole position Sprint Grand Prix Inggris memang menjadi sorotan utama pada Jumat (4/7). Namun, jika melihat lebih dalam data sesi latihan bebas pertama (FP1), Ferrari tampaknya datang ke Silverstone bukan hanya untuk mengejar performa satu putaran, melainkan sudah mulai membangun fondasi untuk menghadapi balapan utama.
Hamilton tampil sebagai pembalap tercepat pada FP1 dengan catatan waktu 1 menit 29,260 detik menggunakan ban Soft. Namun, yang lebih menarik justru program kerja Ferrari sebelum mencatatkan waktu tersebut. Berdasarkan data Pirelli, juara dunia tujuh kali itu lebih dahulu menyelesaikan 21 lap menggunakan kompon Hard (C1) yang dibagi ke dalam tiga stint berbeda sebelum beralih ke ban Soft di penghujung sesi.
Pendekatan tersebut menunjukkan Ferrari tidak menghabiskan sebagian besar waktu latihan hanya untuk mencari kecepatan satu lap. Sebaliknya, tim asal Maranello itu memanfaatkan sesi latihan yang hanya berlangsung selama satu jam untuk memahami karakter ban paling keras, sekaligus mengumpulkan data degradasi, temperatur kerja, hingga konsistensi performa dalam jarak panjang.
Langkah itu menjadi penting karena C1 merupakan kompon yang sangat jarang digunakan musim ini. Sebelum Silverstone, ban tersebut hanya dipakai di Suzuka sehingga data yang dimiliki setiap tim relatif terbatas. Dengan melakukan simulasi panjang sejak awal akhir pekan, Ferrari berpotensi memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai perilaku ban saat memasuki Grand Prix.
Hasilnya langsung terlihat pada Sprint Qualifying. Hamilton bukan hanya merebut pole position dengan catatan 1 menit 28,376 detik, tetapi juga menjadi pembalap tercepat sepanjang hari dengan ketiga kompon ban yang tersedia, yakni Hard, Medium, dan Soft. Konsistensi seperti ini mengindikasikan bahwa Ferrari tidak hanya menemukan setelan mobil yang cepat untuk satu putaran, tetapi juga mampu menjaga performa di berbagai karakter ban.
Direktur Pirelli Motorsport, Dario Marrafuschi, turut mengungkapkan bahwa degradasi ban sejauh ini berjalan sesuai prediksi. Menariknya, selisih performa awal antara ban Medium dan Soft hanya sekitar empat persepuluh detik, lebih kecil dibanding simulasi awal Pirelli. Temuan tersebut membuka peluang bahwa ban Soft tetap mampu menjadi pilihan kompetitif untuk Sprint Race, terutama bagi pembalap yang ingin tampil agresif sejak awal.
Bagi Ferrari, kondisi itu tentu menjadi kabar positif. Data panjang yang telah dikumpulkan Hamilton menggunakan ban Hard dipadukan dengan performa impresif pada Medium dan Soft memberikan lebih banyak opsi strategi dibanding sekadar mengandalkan kecepatan kualifikasi.
Silverstone dikenal sebagai salah satu sirkuit yang paling menuntut ban sepanjang musim karena kombinasi tikungan cepat dan beban lateral yang sangat tinggi. Oleh sebab itu, tim yang mampu memahami karakter ban lebih awal biasanya memiliki keuntungan besar ketika balapan memasuki fase-fase krusial.
Jika performa Ferrari pada hari Jumat benar-benar mencerminkan kekuatan sesungguhnya, maka pole Sprint Hamilton bisa jadi hanyalah awal. Persiapan matang yang sudah dilakukan sejak FP1 berpotensi menjadi modal penting bagi Ferrari untuk bersaing memperebutkan kemenangan pada Sprint Race maupun Grand Prix Inggris.
