Di tengah kondisi tersebut, Kiandra Ramadhipa justru memulai dari posisi ke 17. Posisi ini menempatkannya di barisan belakang saat lampu start padam. Ia menghadapi lintasan yang padat dan risiko kehilangan waktu di lap awal.
Ramadhipa langsung mengubah situasi. Dalam satu lap pertama, ia naik ke 10 besar. Ia menyalip beberapa pembalap saat grup masih rapat. Pergerakan ini penting karena menjaga peluang untuk tetap dekat dengan grup depan.
Balapan berlangsung 14 lap. Saat menyisakan delapan lap, Ramadhipa sudah masuk ke pertarungan podium. Ia menjaga ritme dan tetap berada dalam slipstream pembalap terdepan. Ia tidak memaksakan overtake di setiap kesempatan. Ia fokus menjaga posisi dan menunggu momen yang tepat.
Grup depan tetap rapat hingga lap terakhir. Selisih antar pembalap sangat kecil. Ramadhipa menahan diri di awal lap terakhir dan menjaga posisi di belakang rival. Ia menunggu sektor akhir untuk melakukan serangan.
Manuver penentu terjadi di tikungan terakhir. Ia mengambil jalur masuk yang lebih dalam dan menutup ruang di apex. Ia keluar tikungan dengan akselerasi lebih baik dan langsung mengamankan posisi pertama hingga garis finis.
Kemenangan ini menunjukkan kemampuan recovery dari posisi belakang, manajemen balapan di fase tengah, dan eksekusi akhir yang tepat. Ramadhipa memanfaatkan setiap fase balapan dengan efektif dan mengubah start dari posisi ke 17 menjadi kemenangan.
