![]() |
| Foto: Pirelli |
EXIT CORNER - Formula 1 memasuki Grand Prix China 2026 dengan konteks persaingan yang langsung berubah sejak awal musim. Seri pertama musim ini berlangsung di Albert Park dan dimenangkan oleh George Russell bersama Mercedes-AMG Petronas Formula One Team. Rekan setimnya, Andrea Kimi Antonelli, finis kedua sehingga Mercedes langsung mengamankan hasil satu dua pada balapan pembuka. Charles Leclerc membawa Scuderia Ferrari finis ketiga di depan Lewis Hamilton. Lando Norris finis kelima untuk McLaren Formula 1 Team, sementara rekan setimnya Oscar Piastri gagal menyelesaikan balapan di kandangnya. Hasil ini langsung memberi sinyal bahwa Mercedes memulai musim dengan paket mobil yang sangat kompetitif dalam kecepatan balap dan pengelolaan ban.
Grand Prix China menjadi ujian kedua musim ini sekaligus trek yang memiliki referensi kuat dari musim lalu. Pada balapan 2025 di Shanghai International Circuit, McLaren mendominasi dengan kemenangan Piastri dan posisi kedua Norris. George Russell finis ketiga untuk Mercedes dan Max Verstappen berada di posisi keempat bersama Red Bull Racing. Hasil tersebut menunjukkan bagaimana McLaren mampu memaksimalkan karakter trek Shanghai yang menuntut keseimbangan aerodinamika dan manajemen ban dalam stint panjang.
Karakter sirkuit ini berbeda dengan Albert Park. Shanghai memiliki tikungan panjang di sektor pertama yang memberi tekanan besar pada ban depan kiri. Tikungan 13 menuju straight belakang juga sangat penting karena pembalap harus menjaga traksi sebelum memasuki zona DRS yang sangat panjang. Mobil yang mampu menjaga stabilitas pada tikungan panjang biasanya memiliki keunggulan besar di sini. McLaren menunjukkan kemampuan itu pada balapan tahun lalu, sementara Mercedes terlihat memiliki keseimbangan mobil yang sangat baik pada balapan pembuka musim ini.
Mercedes datang dengan momentum kuat setelah kemenangan Russell dan performa stabil Antonelli. Dua mobil yang sama cepat memberi keuntungan dalam strategi pit stop dan pengaturan ritme balapan. Jika karakter mobil mereka tetap efektif di tikungan panjang Shanghai, peluang Mercedes untuk kembali bersaing di depan sangat besar.
McLaren tetap menjadi ancaman utama meski hasil Australia tidak ideal. Norris masih mampu membawa mobil ke posisi lima besar, sementara kegagalan finis Piastri membuat tim kehilangan poin penting. China bisa menjadi kesempatan bagi McLaren untuk kembali ke performa terbaik karena mereka memiliki data kuat dari kemenangan musim lalu dan biasanya tampil efisien dalam manajemen ban pada stint panjang.
Ferrari juga datang dengan modal yang cukup stabil setelah podium Leclerc di Australia dan finis keempat Hamilton. Mereka terlihat kompetitif tetapi masih perlu meningkatkan kecepatan balap untuk menantang Mercedes. Red Bull berada dalam situasi yang lebih menantang karena performa mereka di China musim lalu tidak dominan dan awal musim ini belum memberi indikasi jelas tentang posisi mereka dalam persaingan.
Grand Prix China sering berubah menjadi pertarungan strategi karena degradasi ban membuat undercut sangat efektif. Tim yang mampu menjaga temperatur ban pada dua stint pertama biasanya memiliki keuntungan besar menjelang akhir balapan. Balapan ini akan memberi gambaran lebih jelas apakah Mercedes benar benar memulai musim dengan keunggulan nyata, atau McLaren mampu kembali mengulang performa kuat mereka di Shanghai.
