Belum Raih Poin, Prima Pramac Yamaha Tunjukkan Arah Positif di GP Amerika

Maret 28, 2026 •
Ukuran teks

Foto: Pramac Racing

EXIT CORNER - Prima Pramac Yamaha datang ke GP Amerika dengan tekanan besar. Tim ini belum meraih poin sejak seri pembuka di Thailand dan berlanjut ke Brasil. Situasi ini berbanding terbalik dengan musim 2024 saat mereka masih bersama Ducati dan mampu memimpin klasemen, bahkan mengungguli tim pabrikan.

Hasil hari pertama di Circuit of the Americas memberi sinyal berbeda. Performa mulai bergerak ke arah yang lebih jelas. Data dari FP1 dan sesi practice menunjukkan peningkatan, terutama dalam konsistensi dan pemahaman motor.

Prima Pramac Yamaha MotoGP memanfaatkan sesi Jumat untuk menguji berbagai setelan. Jack Miller mulai menemukan kembali feeling dengan motor setelah mengalami kesulitan di Brasil. Ia mampu mencatatkan lap yang lebih rapi di akhir sesi. Ia menyebut, “kecepatannya tidak terlalu buruk… saya sedikit mendekati yang lain.” Pernyataan ini menunjukkan gap performa mulai mengecil, meski belum signifikan.

Masalah utama masih ada di pengereman dan respons motor saat keluar tikungan. Miller menyoroti bahwa saat membuka gas dan mengubah arah, motor belum merespons sesuai harapan. Ini berkaitan langsung dengan elektronik dan karakter dasar motor Yamaha yang berbeda dari Ducati. Tim fokus mengolah data untuk memperbaiki area ini karena COTA memiliki banyak titik pengereman keras seperti Tikungan 11.

Toprak Razgatlıoğlu menunjukkan progres yang lebih mencolok dari sisi adaptasi. Ia kuat di sektor pertama dan kedua, dengan selisih waktu kurang dari tiga persepuluh detik dari pembalap terdepan. Angka ini penting karena sektor awal COTA berisi kombinasi tikungan cepat dan perubahan arah yang kompleks. Ini berarti dasar kecepatan sudah ada.

Kendala muncul di sektor akhir. Toprak kesulitan menghentikan motor di Tikungan 11 dan 12. Ia mengatakan, “saya terus membuat kesalahan di Tikungan 11 dan 12.” Kesalahan ini menghapus peluangnya untuk mencatat lap bersih. Posisi ke-18 tidak mencerminkan potensi sebenarnya jika melihat sektor parsial.

Dari sisi teknis, dua pembalap mengarah ke masalah yang sama. Stabilitas saat pengereman dan transisi ke akselerasi. Ini menjadi indikator bahwa paket motor masih belum optimal dalam distribusi beban dan kontrol elektronik di fase kritis tikungan lambat.

Jika dibandingkan dengan performa di Brasil, peningkatan terlihat dalam dua aspek. Pertama, konsistensi lap time. Kedua, kedekatan gap dengan grup tengah. Di Brasil, selisih waktu lebih besar dan sulit dipangkas. Di COTA, gap sudah berada dalam rentang yang bisa diperjuangkan untuk masuk Q2 jika eksekusi lap bersih tercapai.

Target realistis untuk hari Sabtu adalah menembus Q2 melalui Q1 dan mengamankan posisi start lebih baik. Toprak bahkan menyebut peluang “mungkin di dalam sepuluh besar” jika semua sektor bisa digabung dalam satu lap. Ini bukan target berlebihan jika melihat data sektornya.

Bagi tim, arah pengembangan mulai terlihat. Mereka tidak lagi mencari solusi dasar, tetapi mulai menyempurnakan detail. Ini penting karena musim masih panjang dan poin pertama menjadi target utama untuk mengubah momentum.

GP Amerika menjadi titik awal kebangkitan jika perbaikan di pengereman dan elektronik berhasil diterapkan. Data hari Jumat sudah menunjukkan fondasi yang cukup untuk melangkah ke hasil yang lebih konkret.