Tes Pramusim Moto3 2026 di Portimao Diguyur Hujan, Veda Pratama Bangun Kecepatan Lewat Konsistensi di Trek Basah

Februari 10, 2026 •
Ukuran teks

 

Foto: Honda Team Asia

EXIT CORNER - Tes pramusim Moto3 2026 di Sirkuit Algarve Portimao berlangsung dalam kondisi trek basah. Situasi ini langsung mengubah arah kerja para pembalap. Bukan lagi soal siapa paling nekat, tetapi siapa yang paling mampu membaca grip dan menjaga ritme. Di lintasan dengan perubahan elevasi ekstrem seperti Portimao, hujan membuat setiap tikungan menjadi ujian kontrol.

Dalam kondisi tersebut, Veda Pratama mencatat waktu terbaik 2 menit 05.156 detik dan mengakhiri tes di posisi keenam pada sesi Moto3 tanggal 9 Februari 2026. Catatan itu dibuat pada lap ke 34 dari total 35 lap yang ia jalani bersama Honda Team Asia. Angka ini penting karena menunjukkan kecepatan terbaik Veda muncul di fase akhir, bukan di awal saat kondisi masih belum terbaca sepenuhnya.


Lap Panjang di Trek Basah Jadi Pondasi Utama

Total 35 lap yang ditempuh Veda menjadi salah satu yang terbanyak di sesi tersebut. Ini memberi gambaran jelas tentang pendekatan yang diambil. Di saat sebagian pembalap memilih jumlah lap lebih pendek, Veda justru bekerja panjang di lintasan licin. Dalam kondisi basah, setiap lap tambahan berarti memperdalam pemahaman soal titik pengereman, bukaan gas, dan kestabilan motor.

Lap time Veda tidak datang dari satu momen spekulatif. Ia menjaga ritme di kisaran dua menit lima detik sebelum akhirnya menurunkan waktu ke 2:05.156. Pola seperti ini mencerminkan pembalap yang menunggu kondisi dan rasa percaya diri terbentuk secara alami. Di trek basah, pendekatan ini jauh lebih aman sekaligus lebih efektif.


Membaca Posisi Keenam Secara Konteks

Pembalap tercepat pada tes ini mencatat 2:03.320. Selisih Veda berada di angka 1.836 detik. Dalam kondisi trek kering, jarak ini mungkin terlihat besar. Namun di lintasan basah Portimao, selisih tersebut masih berada dalam batas yang realistis, terlebih mengingat karakter sirkuit yang sangat sensitif terhadap perubahan grip.

Kecepatan tertinggi Veda tercatat di angka 132.08 kilometer per jam. Angka ini menunjukkan bahwa ia tidak sekadar berhati hati berlebihan, melainkan tetap berani membawa motor di batas aman pada kondisi yang sulit. Posisi keenam ini juga menempatkannya kompetitif di antara pembalap pembalap yang sudah lebih berpengalaman menghadapi cuaca dan lintasan Eropa.


Tes yang Lebih Bicara Soal Kesiapan

Portimao selalu jujur. Saat basah, sirkuit ini tidak memberi ruang bagi pembalap yang hanya mengandalkan insting mentah. Dari tes pramusim ini, Veda Pratama menunjukkan kematangan dalam membaca situasi. Kecepatan terbaiknya muncul saat sesi berjalan jauh, motor tetap utuh, dan ritme terjaga.

Musim Moto3 2026 memang belum dimulai. Namun dari tes pramusim di Portimao yang digelar dalam kondisi trek basah, arah kerja Veda sudah terlihat jelas. Ia tidak mengejar sorotan instan. Ia membangun dasar lewat lap panjang, konsistensi, dan pemahaman lintasan. Dalam kelas Moto3 yang sering ditentukan oleh detail kecil, pendekatan seperti ini bisa menjadi modal besar ketika balapan resmi akhirnya dimulai.