![]() |
| Foto: MotoGP |
EXIT CORNER - Suhu 35 derajat tidak menghambat para pembalap pada hari kedua tes MotoGP 2026 di Buriram. Mereka langsung menurunkan batas waktu ke 1 menit 28 detik. Sesi ini tidak lagi terasa seperti eksplorasi awal. Tim mulai memperlihatkan bentuk performa yang lebih jelas.
Perubahan ritme terlihat dari cara para pembalap mencetak waktu. Beberapa motor tampil semakin stabil di berbagai tangan. Beberapa lainnya masih menunjukkan batas yang belum terlewati. Tiga hal ini paling menonjol dari hari kedua.
Bezzecchi dan Aprilia Semakin Klop
Marco Bezzecchi mencatat 1:28.668 dan memimpin sesi. Catatan ini bukan kejutan satu lap. Ia terlihat nyaman sepanjang run dan mampu menjaga kecepatan saat suhu trek tinggi. Ia mencetak waktu terbaiknya di lap ke 29, artinya ia menemukan ritme setelah motor berada dalam kondisi kerja penuh.
Aprilia juga tidak bergantung pada satu pembalap. Ai Ogura ikut menembus 1 menit 28 detik. Jorge Martin dan Raul Fernandez tetap berada di kelompok 1 menit 29 rendah. Ini menunjukkan motor bekerja konsisten di lebih dari satu gaya balap.
Hubungan Bezzecchi dan Aprilia terlihat semakin padu. Ia tidak memaksakan motor untuk cepat. Ia membawa motor ke titik kerja ideal dan waktu datang secara natural. Di trek seperti Buriram yang menuntut pengereman keras dan akselerasi kuat, kecocokan ini penting untuk simulasi balap nanti.
Ducati Tetap Jadi Tolok Ukur
Ducati kembali menempatkan banyak pembalap di barisan depan. Marc Marquez dan Francesco Bagnaia langsung berada di rentang 1 menit 28 tinggi. Alex Marquez dan Franco Morbidelli mengikuti dekat di belakang. Lima Ducati masuk sembilan besar dengan jarak antar mereka yang rapat.
Motor Ducati tetap mencatat kecepatan lurus tertinggi. Beberapa pembalap mereka menyentuh lebih dari 336 km per jam. Keunggulan ini memberi keuntungan nyata di sektor panjang Buriram. Mereka tidak hanya cepat di satu sektor, tetapi menjaga keseimbangan antara akselerasi dan stabilitas.
Yamaha dan Honda Masih Mencari Bentuk
Yamaha dan Honda belum menembus 1 menit 28 detik. Joan Mir menjadi Honda tercepat di kisaran 1 menit 29 tengah. Jack Miller dan Fabio Quartararo juga berada di rentang 1 menit 29. Toprak Razgatlioglu masih di atas 1 menit 30. Selisih lebih dari satu detik dari waktu terbaik menunjukkan masih ada pekerjaan besar. Motor belum memberi dorongan cukup kuat di akselerasi keluar tikungan dan di kecepatan lurus. Data top speed memperlihatkan mereka tertinggal dari Ducati.
Hari kedua memperlihatkan arah yang lebih jelas. Aprilia dan Ducati sudah menemukan fondasi kuat. KTM mulai mendekat lewat Pedro Acosta di 1 menit 29 rendah. Yamaha dan Honda masih berusaha menutup jarak agar bisa masuk ke kelompok delapan besar pada hari terakhir.
