RB7 Terbakar Saat Yuki Tsunoda Tampilkan Burnout di Red Bull Showrun San Francisco 2026

Februari 22, 2026 •
Ukuran teks

 

Foto: Chris Tedesco / Red Bull Content Pool

EXIT CORNER - Mobil Formula 1 RB7 terbakar saat Yuki Tsunoda melakukan aksi burnout donat dalam Red Bull Showrun 2026 di San Francisco, Amerika Serikat. Insiden terjadi di area acara yang dipenuhi penonton di pusat kota. Api muncul dari bagian belakang mobil setelah Tsunoda memutar mobil dalam posisi melingkar untuk menghasilkan asap ban.

RB7 merupakan mobil juara dunia milik Red Bull Racing pada musim 2011. Tim mengembangkan mobil ini untuk regulasi mesin V8 2.4 liter. Sebastian Vettel membawa RB7 meraih 11 kemenangan dan mengunci gelar dunia bersama Red Bull Racing di Formula 1 musim 2011.

Dalam sesi showrun tersebut, Tsunoda memacu RB7 di lintasan jalan raya yang sudah ditutup untuk umum. Ia kemudian menghentikan mobil dan melakukan donut dengan memutar roda belakang dalam putaran tinggi. Putaran roda yang terus menerus meningkatkan suhu komponen belakang mobil, termasuk sistem knalpot dan area sekitar diffuser.

Api terlihat dari sisi belakang mobil setelah beberapa detik aksi berlangsung. Kru Red Bull langsung mendekat dengan alat pemadam api ringan. Mereka memadamkan api dalam waktu singkat. Tsunoda keluar dari mobil tanpa cedera dan menyapa penonton untuk memastikan kondisinya baik.

Red Bull Showrun merupakan agenda promosi yang rutin digelar oleh Red Bull di berbagai kota besar dunia. Di Amerika Serikat, acara ini menarik ribuan penonton. Kota San Francisco menjadi tuan rumah edisi 2026 dengan rute yang melewati kawasan pusat kota dan area tepi laut.

Aksi burnout pada mobil Formula 1 meningkatkan risiko panas berlebih karena pendinginan tidak bekerja optimal saat mobil diam. Sistem pendingin pada RB7 dirancang untuk aliran udara saat mobil melaju kencang. Ketika mobil berhenti dan roda belakang terus berputar, panas terakumulasi di area mesin dan knalpot. Kondisi ini memicu percikan api dari sisa bahan bakar atau oli yang terkena suhu tinggi.

Tim teknis Red Bull memeriksa mobil setelah insiden dan menariknya ke paddock untuk evaluasi. Penyelenggara melanjutkan acara setelah memastikan situasi aman. Insiden ini menjadi pengingat bahwa demonstrasi kendaraan balap memerlukan kontrol suhu dan prosedur respons cepat untuk mencegah kerusakan lebih besar.