![]() |
| Foto: Pramac Racing |
EXIT CORNER - Di sirkuit MotoGP yang serba cepat, kepercayaan adalah komoditas yang mahal. Begitu pula di pasar finansial global. Hari ini, ACCM, brand trading online global yang mengedepankan inovasi, resmi mengumumkan kemitraan strategis multi-tahun dengan Prima Pramac Yamaha MotoGP Team. Kolaborasi ini bukan sekadar urusan branding di fairing motor, melainkan penggabungan dua dunia yang hidup dan mati berdasarkan satu parameter: kecepatan eksekusi.
Melampaui Fase Adaptasi
Setelah melewati fase awal transisi yang menantang bersama Yamaha, Prima Pramac kini berada di posisi yang lebih mapan. Kemitraan dengan ACCM hadir di saat tim sedang mengoptimalkan performa mesin YZR-M1, di mana setiap data yang dikumpulkan dari lintasan menjadi kunci untuk memangkas jarak milidetik dari lawan.
Dalam konteks ini, ACCM masuk sebagai mitra yang memahami betul arti dari "performa di bawah tekanan." Bagi seorang trader di ekosistem ACCM, stabilitas platform saat pasar bergerak liar adalah segalanya. Hal ini sejajar dengan kebutuhan pembalap Pramac yang membutuhkan motor yang tetap presisi saat dipacu hingga batas maksimal di tikungan.
Sinergi Teknologi: Dari Pit-Lane ke Terminal Trading
Pernyataan CEO ACCM, Mr. Tien Ching, menyoroti bahwa trading modern adalah olahraga data. "MotoGP adalah ekspresi puncak dari pengambilan keputusan di bawah tekanan, nilai yang mendefinisikan ACCM setiap hari," ujarnya. Ia menekankan bahwa sebagaimana pembalap mengandalkan mekanik dan mesinnya, trader ACCM mengandalkan kecepatan eksekusi dan stabilitas platform.
Di sisi lain, Paolo Campinoti, Team Principal Prima Pramac, melihat kolaborasi ini sebagai langkah memperkuat struktur internasional tim. Dengan dukungan teknologi finansial dari ACCM, Pramac tidak hanya mengamankan dukungan logistik, tetapi juga menyelaraskan diri dengan brand yang memiliki ambisi pertumbuhan global yang serupa. "Kami membangun kemitraan yang melampaui sekadar logo, ini berakar pada inovasi dan ambisi," tegas Campinoti.
