Langkah Cerdas Haas: Amankan Jasa Jack Doohan untuk Transisi Regulasi 2026

Februari 04, 2026 •
Ukuran teks
Foto: Getty Images / Red Bull Content Pool

EXIT CORNER - Dunia Formula 1 sering kali tidak memberikan kesempatan kedua bagi mereka yang terdepak, namun Jack Doohan berhasil membuktikan sebaliknya. Setelah sempat berada di titik nadir akibat pemutusan kontrak oleh Alpine, pembalap muda Australia ini secara resmi memulai babak baru dalam kariernya. TGR Haas F1 Team mengumumkan bahwa Doohan akan mengisi posisi pembalap cadangan (reserve driver) untuk musim 2026, sebuah langkah yang tidak hanya menyelamatkan kariernya tetapi juga menempatkannya di posisi strategis menjelang perubahan regulasi besar-besaran.

Kepindahan ini merupakan plot balik yang menarik. Musim lalu, Doohan sempat merasakan pahitnya kompetisi saat posisinya di Alpine digantikan oleh Franco Colapinto setelah hanya menjalani tujuh seri balapan. Namun, Haas melihat potensi yang berbeda. Dengan bergabungnya Doohan bersama pembalap Jepang, Ryo Hirakawa, Haas kini memiliki lini pembalap cadangan yang memiliki kombinasi pengalaman teknis dan kecepatan murni. Bagi Doohan, ini adalah "rumah baru" yang lebih stabil untuk membangun kembali reputasinya di bawah arahan Ayao Komatsu.

Mengapa Ini Langkah Yang Menguntungkan Bagi Keduanya? 

Secara strategis, keputusan ini adalah langkah masterstroke bagi kedua belah pihak. Bagi Haas, mendapatkan pembalap yang sudah memiliki pengalaman start balapan nyata di F1 sebagai cadangan adalah kemewahan. Doohan bukan sekadar "pembalap simulator"; ia tahu bagaimana rasanya mengelola ban dan tekanan dalam balapan sesungguhnya. Di sisi lain, bagi Doohan, peran ini adalah investasi jangka panjang. Tahun 2026 akan menggunakan mobil dengan regulasi mesin dan aerodinamika yang sepenuhnya baru. Dengan terlibat dalam proses pengembangan sejak tes pramusim di Bahrain pada 11 Februari mendatang, Doohan akan memiliki pemahaman teknis yang setara dengan para pembalap utama.

Lebih jauh lagi, aliansi teknis Haas dengan Toyota Gazoo Racing (TGR) memberikan dimensi baru bagi karier Doohan. Berada di lingkungan yang sedang bertransformasi menjadi tim yang lebih kompetitif memberikan Doohan visibilitas yang lebih baik di mata para petinggi tim. Jika ia mampu menunjukkan dedikasi dan performa impresif di sesi latihan bebas, ia akan menjadi kandidat utama untuk kursi reguler di masa depan. Perpisahan dengan Alpine mungkin terasa menyakitkan pada awalnya, namun bergabung dengan Haas justru bisa menjadi jalan pintas yang lebih pasti menuju grid utama Formula 1.