![]() |
| Foto: Leopard Racing |
EXIT CORNER - Tes pramusim Moto3 2026 di Sirkuit Algarve, Portimao, mulai memasuki fase yang lebih serius pada hari kedua. Jika hari pertama masih dipenuhi eksplorasi dasar dan adaptasi motor, hari kedua justru memperlihatkan arah performa masing-masing pembalap dengan lebih jelas. Bukan hanya soal siapa yang mencetak waktu tercepat, tetapi siapa yang mampu menjaga ritme, memahami karakter trek, dan membangun fondasi race pace sejak awal musim.
Guido Pini kembali menjadi tolok ukur performa dengan catatan waktu terbaik 2:01.242 yang ia cetak pada lap ke-30. Pembalap Leopard Racing itu bukan hanya cepat dalam satu lap, tetapi juga menunjukkan kestabilan ritme yang membuatnya terlihat siap menghadapi simulasi balapan.
Namun menariknya, gap antar pembalap papan atas hari kedua ini relatif rapat, menandakan persaingan Moto3 musim 2026 berpotensi jauh lebih terbuka.
Dominasi Pini dan KTM yang Semakin Mendekat
Pini menutup hari dengan 32 lap, jumlah yang cukup untuk menunjukkan kestabilan performa. Di belakangnya, David Almansa dari Liqui Moly Dynavolt Intact GP menempel ketat dengan waktu 2:01.613, hanya terpaut 0.371 detik. KTM bahkan terlihat cukup agresif pada hari kedua, terbukti dengan kehadiran Joel Esteban yang mencatat 2:02.048 dan Cormac Buchanan dengan 2:02.367.
Yang menarik, performa Adrian Fernandez juga tetap solid di posisi kelima melalui catatan 2:02.429. Ini menegaskan bahwa Honda masih memiliki paket yang kompetitif untuk menghadapi KTM yang mulai menunjukkan peningkatan performa kolektif.
Veda Pratama: Performa Stabil dengan Fondasi Race Pace yang Jelas
Sorotan utama dari sudut pandang perkembangan pembalap Asia tentu tertuju kepada Veda Pratama. Pembalap Honda Team Asia itu menutup hari kedua di posisi ketujuh dengan catatan waktu terbaik 2:02.545, terpaut 1.303 detik dari Pini.
Secara angka murni, gap tersebut memang masih terlihat cukup jauh dari posisi terdepan. Namun jika melihat detail run yang dilakukan Veda, terdapat indikasi perkembangan yang cukup menjanjikan.
Veda menyelesaikan 24 lap sepanjang sesi, menunjukkan pendekatan yang fokus pada pembangunan ritme dibandingkan sekadar mencari one lap pace. Dalam rentang lap awal (1–10), ia langsung menunjukkan progres signifikan dengan waktu 2:15.770, lalu turun drastis ke 2:10.064, sebelum mulai stabil di kisaran 2:06.775, 2:06.188, 2:05.163, hingga 2:04.970.
Pada fase lap 11–20, konsistensinya semakin terlihat. Veda mencatat 2:06.085, kemudian meningkat ke 2:04.699, 2:04.526, 2:03.072, dan 2:02.545 sebagai waktu terbaiknya.
Pola progres ini memperlihatkan kurva adaptasi yang sehat. Ia tidak langsung memaksakan kecepatan maksimal, melainkan membangun ritme secara bertahap. Pendekatan seperti ini sering kali lebih relevan dalam konteks Moto3, mengingat kelas ini sangat mengandalkan slipstream, manajemen ban, dan kemampuan menjaga momentum.
Selain itu, data sektor Veda juga menunjukkan kestabilan. Pada lap terbaiknya, ia mencatat Sektor 1: 40.767, Sektor 2: 35.811, dan Sektor 3: 46.767, dengan top speed mencapai 230.8 km/jam. Angka tersebut menandakan bahwa secara straight line speed, Veda sudah mampu bersaing dengan grup depan.
Portimao Mulai Membentuk Hierarki Awal
Hari kedua tes Moto3 2026 menunjukkan gambaran awal kekuatan kompetitif musim mendatang. Guido Pini masih menjadi referensi utama, namun KTM menunjukkan sinyal peningkatan performa yang cukup signifikan.
Di sisi lain, performa Veda Pratama memberikan gambaran progres yang realistis namun menjanjikan. Catatan waktu 2:02.545, stabilitas sektor, serta pola peningkatan lap demi lap menunjukkan bahwa ia mulai menemukan fondasi race pace yang penting untuk menghadapi musim panjang.
Tes pramusim memang bukan tempat menentukan hasil akhir kejuaraan. Namun, Portimao hari kedua setidaknya sudah memberikan satu sinyal jelas: persaingan Moto3 2026 berpotensi berlangsung sangat ketat, dan beberapa pembalap muda, termasuk Veda, mulai menunjukkan tanda bahwa mereka siap menjadi bagian dari pertarungan tersebut.
Sumber data: gateresult.com
