![]() |
| Foto: Aprilia Racing |
EXIT CORNER - Sirkuit Internasional Chang menjadi saksi bisu pecahnya rekor lintasan yang telah bertahan selama dua tahun. Marco Bezzecchi tampil mendominasi sejak menit awal dan memastikan posisi puncak bagi Aprilia Racing pada hari pertama di Buriram. Persaingan ketat terjadi di barisan depan saat Marc Marquez dan Fabio Di Giannantonio terus menempel catatan waktu tercepat. Kondisi lintasan yang panas dan ancaman rintik hujan memaksa para pembalap mengeluarkan kemampuan terbaik mereka demi mengamankan tiket langsung ke kualifikasi kedua.
Rekor Baru Marco Bezzecchi di Buriram
Marco Bezzecchi tampil dominan sejak sesi FP1 hingga latihan sore hari di Sirkuit Internasional Chang. Pembalap Aprilia Racing ini mencatatkan waktu 1:28.526 yang menjadi rekor lintasan baru. Catatan ini memecahkan rekor sirkuit yang bertahan sejak tahun 2024. Tim Aprilia harus mengubah rencana pada menit terakhir karena kondisi lintasan sore hari. Perubahan cepat tersebut membuahkan hasil dengan mengamankan posisi tercepat dan akses langsung ke Q2. Bezzecchi merasa kecepatan motornya sudah bagus tetapi tim tetap perlu melakukan penyempurnaan.
Pencapaian ini sekaligus membuktikan kecocokan Bezzecchi dengan motor RS-GP di lintasan Asia. Ia memimpin sesi latihan bebas pertama sebelum akhirnya mempertajam catatan waktunya pada sesi latihan inti. Keberhasilan memecahkan rekor yang sudah bertahan dua tahun menunjukkan kemajuan teknis signifikan dari motor Aprilia. Tim mekanik bekerja sangat cepat dalam merespons perubahan temperatur aspal demi menjaga grip ban belakang. Fokus utama Bezzecchi sekarang adalah mempertahankan ritme balap yang konsisten untuk menghadapi sesi kualifikasi besok.
Persaingan Ketat Marc Marquez dan Fabio Di Giannantonio
Juara bertahan Marc Marquez menempati posisi kedua dengan catatan waktu 1:28.947. Marquez menunjukkan konsistensi tinggi sebagai pembalap Ducati yang paling mengancam di barisan depan. Sementara itu, Fabio Di Giannantonio mengisi posisi ketiga dengan waktu 1:29.010. Performa Di Giannantonio membuktikan kekuatan tim VR46 dalam persaingan tiga besar. Jarak waktu yang sangat tipis di antara ketiga pembalap ini menjanjikan kualifikasi yang sangat sengit. Ketajaman Marquez dalam pengereman keras di Buriram menjadi tantangan besar bagi para pesaingnya.
Marquez terlihat sangat tenang dalam mengelola tekanan dari para pembalap Aprilia yang mendominasi papan atas. Meskipun berada di posisi kedua, selisih waktu tipis dengan Bezzecchi menandakan bahwa Ducati GP26 miliknya tetap sangat kompetitif di lintasan lurus Buriram. Fabio Di Giannantonio juga menunjukkan performa luar biasa dengan motor spesifikasi serupa di tim VR46. Ia mampu menempel ketat catatan waktu motor pabrikan lainnya.
Dominasi Aprilia dan Tantangan Ban
Aprilia menunjukkan kekuatan kolektif yang solid dengan meloloskan tiga motor ke posisi sepuluh besar. Selain Bezzecchi, Jorge Martin menempati posisi kelima dan Ai Ogura berada di posisi kesembilan. Jorge Martin mencetak waktu putaran secara mandiri tanpa bantuan slipstream dari pembalap lain. Ia merasa lebih nyaman dengan pengaturan motor dibandingkan saat sesi tes sebelumnya. Manajer tim Paolo Bonora mengingatkan bahwa manajemen ban akan menjadi kunci utama di Thailand. Suhu panas di Buriram serta ketidakpastian cuaca memaksa tim untuk tetap waspada.
Keberhasilan Ai Ogura masuk ke urutan sembilan besar memastikan tim satelit Trackhouse memiliki representasi di Q2. Hal ini membuktikan bahwa paket motor Aprilia bekerja dengan baik untuk berbagai gaya balap pembalapnya. Jorge Martin sempat menghadapi kendala rintik hujan yang memaksa tim melakukan serangan waktu lebih awal dari jadwal semula. Kondisi cuaca yang berubah-ubah di Buriram menuntut kesiapan fisik dan mental dari seluruh kru mekanik. Tim kini fokus mencari keseimbangan antara kecepatan satu putaran dan ketahanan ban untuk balapan panjang.
