![]() |
| Foto: Alpine |
EXIT CORNER - Melupakan mimpi buruk musim 2025 menjadi agenda utama Alpine saat mereka memamerkan A526 di Barcelona. Peluncuran ini bukan sekadar seremoni ganti baju, melainkan pernyataan perang Alpine untuk bangkit dari posisi juru kunci klasemen konstruktor.
Tampil dengan livery ikonik biru-merah muda hasil kolaborasi dengan BWT, A526 membawa perubahan fundamental paling drastis dalam sejarah tim: transisi unit daya dari Renault ke Mercedes-AMG.
Perjudian Strategis: Meninggalkan 2025 Demi Kejayaan 2026
Keputusan Alpine untuk "melepas" pengembangan mobil tahun lalu yang membuat mereka terpuruk di posisi buncit dengan hanya 22 poin, kini mulai terlihat tujuannya. Tim pimpinan Steve Nielsen dan penasihat eksekutif Flavio Briatore ini memilih fokus total pada regulasi 2026 sejak dini.
"Ini adalah kesempatan emas untuk menjadi lebih kompetitif. Regulasi baru menawarkan kertas kosong bagi semua orang," ujar Flavio Briatore. Ia juga mengonfirmasi antusiasme tim atas kemitraan baru dengan Mercedes yang kini memasok mesin serta girboks mereka.
Duet Gasly dan Colapinto: Senioritas vs Ambisi Muda
Meski musim lalu sangat berat, Alpine mempertahankan komposisi pembalap yang dianggap solid untuk mengarungi era baru:
- Pierre Gasly: Sebagai tumpuan utama yang memborong seluruh poin tim musim lalu, Gasly melihat tantangan teknis musim 2026 sebagai peluang besar untuk kembali ke barisan depan. "Musim lalu yang sulit justru membuat tim kami semakin solid dan dekat," ungkapnya optimis.
- Franco Colapinto: Pembalap muda ini akhirnya merasakan pramusim penuh pertamanya. Baginya, tantangan mempelajari "trik baru" pada regulasi 2026 adalah simulasi yang menarik sebelum benar-benar turun ke lintasan.
